Buku Cerita Pendek Anak tentang Kepedulian dan Manfaat Alam

Di sebuah sungai kecil yang mengalir di tepi hutan, hiduplah beberapa batu sungai yang bulat dan halus. Mereka telah lama berada di sana, ditemani gemericik air dan kicauan burung setiap pagi.

Screenshot 6 15

Namun suatu hari, matahari bersinar lebih terik dari biasanya. Hujan tak kunjung turun, dan air sungai mulai menyusut. Ikan-ikan kecil berenang dengan susah payah karena air semakin dangkal. Burung-burung pun kesulitan menemukan air untuk minum.

Batu-batu sungai mulai merasa sedih.
“Apa yang bisa kita lakukan?” tanya Batu Kecil dengan suara pelan.
“Kita hanya batu, kita tidak bisa bergerak,” jawab Batu Besar sambil menghela napas.

Saat hari semakin panas, aliran air menjadi sangat kecil. Tanah di sekitar sungai mulai retak. Tiba-tiba, datanglah hujan deras dari hutan. Air mengalir cepat dan hampir menyebabkan banjir kecil.

Di saat itulah, batu-batu sungai memainkan perannya. Mereka menahan aliran air agar tidak terlalu deras. Air pun mengalir lebih pelan dan meresap ke tanah di sekitarnya.

Karena batu-batu sungai, air tetap tersimpan lebih lama. Ikan-ikan kembali bisa berenang dengan nyaman, burung-burung datang untuk minum, dan tanaman di tepi sungai pun tumbuh subur kembali.

Batu Kecil tersenyum bahagia.
“Ternyata kita sangat bermanfaat,” katanya.
“Ya,” jawab Batu Besar, “meskipun kita diam, kita tetap bisa membantu.”

Sejak hari itu, batu-batu sungai bangga menjadi bagian dari alam. Mereka tahu, setiap makhluk—sekecil apa pun—memiliki manfaat jika berada di tempat yang tepat.

Pesan Moral:
Setiap makhluk dan benda di alam memiliki peran dan manfaat. Kita harus saling menjaga dan menghargai alam agar kehidupan tetap seimbang.

Share.
Exit mobile version